DETIK-DETIK PENGHABISAN

Tahun 2004 lalu, dengan modal keberanian pergi ke Jakarta sendirian untuk mengikuti tes masuk STT PLN Jakarta. Perjuangan yang sangat luar biasa, harus membujuk kakak dan orang tua, karena mereka tidak menyetujui kalo saya harus kuliah di Jakarta. Mereka menganggap Jakarta adalah tempat yang menakutkan, pembawa pengaruh negatif dan bla..bla..bla.. mungkin orang tua khawatir sama diri saya yang masih urakan….(“…..yang akhirnya diizinkan untuk kuliah di Jakarta”).

Dengan rasa kasih sayangnya, mereka pun mencari tempat tinggal alias kos-kosan yang satu atap dengan si punya rumah…waw dulu buat saya sungguh tidak menyenangkan ( “tidak bebas”), soalna keluar masuk kamar terpantau sama orang rumah. Yang akhirnya setiap hari mendem di kamar, paling jauh ya…main di teras rumah.

Semester 1, 2,…belum ada perubahan yang signifikan, saya masih urakan, egois dan cengeng, tapi selama dua semester itu ada kisah yang sangat menarik “ rahasia..”. Dan semester 3 hidayah dari Allah datang, Alhamdulilah ternyata saya kuliah di Jakarta bertemu dengan orang-orang solehah, ini adalah hadiah dari Allah yang tidak ada nilainya. Saya punya sahabat sejati yang selalu menasehati, memotivasi, menyayangi, …….. Kalo kuliah duduk selalu bersebelahan, jalan-jalan berdua, organisasi di rohis mendapatkan jabatan yang sama, sama-sama autis, sama-sama menjadi asisten lab, dan sama-sama…..??!!!!.. pokonya kita memiliki satu visi dan satu misi. . Hal yang tak pernah di lupakan selama kuliah adalah “muhoyam ke….”. hari itu, waktu itu, subhanallah…dan…dan…

Tidak terasa sekarang saya semester 8, sedang menyusun tugas akhir, tidak lama lagi saya akan mendapatkan kehidupan yang baru, yaitu kehidupan yang berbeda dari suasana kampus, pergaulan bukan dengan orang dewasa atau remaja lagi, tapi pergaulan dengan orang tua

Inilah detik-detik penghabisan teman semakin dekat, dan sahabat sejati semakin erat. Itulah yang harus kita lakukan selagi semapat dan ada waktu, maka manfaatkanlah dan nikmatilah, belum tentu di masa yang akan datang kita akan mendapatkan suasana dan pengalaman hidup yang seperti sekarang ini.

Thank to “SHINTA ESABELLA (2004-31-038)” kita jaga visi dan misi kita, maaf saya tidak berani menceritakan hal-hal yang bodoh, soalnya pasti kamu marah…. Dan Thanks juga to “ANGGI PUSPITA SARI (2004-31-062)”, konsultan saya. terima kasih kamu telah bersedia mendengarkan cerita mengenai hal-hal yang bodoh yang pernah rin lakukan, jaga kerahasiaannya ya. Semoga kita selalu istiqomah di jalan Allah. Amin.

2 Tanggapan ke “DETIK-DETIK PENGHABISAN”

  1. Mr.K Berkata:

    Dalam perjalanan dan pergerakan di kampus, tak akan bisa digantikan dengan suasana lain pasca “detik-detik penghabisan” di kampus, semoga anti bisa melakukan yang terbaik di detik2 penghabisan ini, berikan pattern dan pola pergerakan yang anti miliki dan turunkan kepada para penerus..jangan biarkan gerakan terputus oleh waktu..

    Sekali lagi, masa-masa di kampus bukanlah masa yang mudah tuk digantikan, jadi selagi masih ada waktu beberapa bulan lagi, syukurilah apa yang telah ALLAH polakan kepada anti di kampus, hingga menjadi seperti sekarang ini dari sisi fikr..

    Selamat dan sukses TA-nya dan buat teman2 seangkatan yang juga akan lulus dari akademi al-futuwah..hehehe

    K

  2. ruslie186 Berkata:

    salam merdeka

Tinggalkan Balasan